Tragis! Diduga Curi Ayam, Pria Asal Buleleng Tewas Dikeroyok Massa di Tabanan, Anak Bungsunya Nagis Histeris

2 menit membaca
Lydia Natali
Daerah - 26 Jul 2026

TEMUANRAKYAT, BALI – Sebuah peristiwa tragis berujung main hakim sendiri terjadi di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Seorang pria berinisial KD, warga Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, tewas mengenaskan setelah dihajar massa usai tertangkap tangan mencuri ayam aduan milik warga setempat.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Peristiwa pengeroyokan tersebut terjadi pada Jumat (24/7/2026) dini hari sekitar pukul 01.30 WITA. Tak hanya merenggut nyawa KD, amukan warga yang emosional juga membuat sepeda motor milik pelaku ludes terbakar.

Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa emosi warga menyulut aksi pengeroyokan lantaran maraknya kasus kehilangan ayam yang terjadi di wilayah Baturiti belakangan ini.

“Petugas dari Polsek Baturiti Tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 02.00 WITA dan mendapati terduga pelaku sudah dalam kondisi meninggal dunia,” jelas Wiwik dilansir dari detikbali, Sabtu (25/7/2026).

Dari tempat kejadian perkara (TKP), pihak kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain seekor ayam aduan, sebilah golok, serta sebuah tas berisi tang, katapel, batu, dan sejumlah uang tunai. Jenazah korban sempat dievakuasi ke RSU Semara Ratih Tabanan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga pada Jumat sore.

Isak Tangis Anak Bungsu Viral di Media Sosial

Duka mendalam menyelimuti keluarga almarhum di Desa Sidatapa, Buleleng. KD meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak. Suasana haru membuncah saat jenazah tiba di rumah duka, di mana putri bungsu korban yang masih duduk di bangku kelas 1 SD menangis histeris di samping jasad sang ayah.

Momen memilukan tersebut terekam dalam video yang kemudian viral di media sosial. Kepala Desa (Kades) Sidatapa, I Made Sutama, yang turut menjemput jenazah korban mengaku sangat terpukul melihat kondisi keluarga almarhum.

“Saat tiba di rumah duka dan melihat anaknya menangis tersedu-sedu, saya benar-benar sedih,” kata Sutama.

Kepala Desa Menyesalkan Aksi Main Hakim Sendiri

Sutama menyayangkan aksi pengeroyokan yang sampai merenggut nyawa warganya tersebut. Ia menegaskan bahwa setiap dugaan pelanggaran tindak pidana seharusnya diselesaikan melalui jalur hukum dan diserahkan kepada pihak berwajib.

“Negara kita negara hukum. Kalau memang bersalah, laporkan ke pihak berwajib. Jangan main hakim sendiri sampai menghilangkan nyawa orang hanya gara-gara mencuri ayam. Biarkan aparat penegak hukum yang menangani,” tegasnya.

Sutama menambahkan bahwa pihak keluarga telah mengikhlaskan kepergian KD. Namun, ia berharap kejadian kelam ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh masyarakat agar tidak mengedepankan emosi dan tindakan melampaui hukum.

Saat ini, pihak Satreskrim Polres Tabanan masih terus mendalami kasus pengeroyokan tersebut dan telah memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian.

Bagikan Disalin
CLOSE ADS