TRENDING

ICSM Gelar Conference Day 2026 Bersama YOHS

2 menit membaca
Lydia Natali
Pendidikan - 22 Mei 2026

TEMUANRAKYAT, JAKARTA – International Conference Santri Mendunia (ICSM) sukses menyelenggarakan rangkaian Conference Day 2026 pada 09 Mei 2026 bersama Youth of Strength & Happiness (YOSH) sebagai wadah pengembangan wawasan global, akademik, dan kepemimpinan bagi generasi muda Indonesia.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Konferensi ini merupakan bagian inti dari program ICSM Batch 5 yang diikuti oleh para santri dari berbagai latar belakang pondok pesantren di Indonesia. Kegiatan ini menghadirkan pemateri inspiratif, yakni Gus H. Rifqil Muslim Suyuthi, S.Pd.I., M.Pd., Ning Hj. Imaz Fatimatuzzahra, S.Pd., serta perwakilan dari Youth of Strength & Happiness (YOSH).

Mengusung tema “Transforming Global Education Through the Values of Pesantren Boarding Systems”, Conference Day 2026 membahas bagaimana sistem pendidikan pesantren dapat menjadi fondasi pembentukan karakter, kepemimpinan, dan daya saing generasi muda di tingkat global.

Dalam sesi pemaparannya, Gus H. Rifqil Muslim Suyuthi menekankan pentingnya sikap kritis dan tabayyun di era digital saat ini.

“Jangan mudah percaya pada kutipan yang tersebar di media sosial. Tabayyun dan cross check adalah bagian dari menjaga keilmuan dan adab,” ujar Gus H. Rifqil Muslim Suyuthi.

Kolaborasi bersama YOSH turut memberikan perspektif internasional mengenai pengembangan sistem pendidikan berbasis karakter. Perwakilan YOSH, Muhammad Adam Hakimi, menyampaikan bahwa kekuatan pesantren terletak pada sistem pendidikan yang konsisten dan berkelanjutan, bukan hanya pada figur tokoh semata.

“Kita di pesantren pasti punya tokoh dan guru, tetapi yang paling penting adalah bagaimana sistem pendidikannya dibangun. Kita sangat memperhatikan kurikulum dan kedisiplinan santri karena itu yang akan menjaga keberlangsungan pendidikan,” ujar Muhammad Adam Hakimi dari YOSH.

Melalui kolaborasi ini, ICSM dan YOSH mendorong terciptanya ruang pertukaran gagasan lintas budaya dan pendidikan, sekaligus memperkuat peran generasi muda dalam menghadapi tantangan global dengan tetap menjunjung nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan.

“Conference Day menjadi pengalaman yang sangat berharga karena membuka banyak perspektif baru dan mempertemukan kami dengan lingkungan yang inspiratif,” ujar salah satu peserta ICSM 2026.

Melalui program ini, ICSM berharap dapat mendorong generasi muda agar lebih siap menghadapi tantangan global serta terus berkembang dalam bidang akademik maupun sosial.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, ICSM bersama YOSH berkomitmen untuk terus menghadirkan program yang edukatif, inspiratif, dan berdampak positif bagi generasi muda Indonesia, khususnya dalam mencetak generasi santri yang berdaya saing global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Bagikan Disalin
CLOSE ADS