TRENDING

Santri Ponpes Al Abror Wakili Banyuwangi di Ajang International Volunteers di Malaysia

2 menit membaca
Lydia Natali
News - 31 Jul 2025

TEMUANRAKYAT, BANYUWANGI – Prestasi membanggakan kembali datang dari dunia pendidikan dan kepemudaan. Wahida Wahyu Ramadhani, atau akrab disapa Ama, berhasil mengharumkan nama Kabupaten Banyuwangi dan Pondok Pesantren Al-Abror dengan terpilih sebagai delegasi dalam ajang International Volunteers youth.id yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 14–17 Juli 2025.

Ama, yang juga merupakan guru pengabdian di Pondok Pesantren Modern Al-Abror MIBS Jajag, tampil mewakili ponpes dan daerahnya dalam program berskala internasional yang melibatkan perwakilan pemuda dari berbagai provinsi di Indonesia. Program ini tidak hanya memberikan pengalaman lintas budaya, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kontribusi anak muda terhadap bangsa melalui aksi nyata dan kolaborasi sosial.

Selama di Malaysia, Ama dan para peserta lainnya menjalankan misi pengabdian dengan mengajar kebudayaan Indonesia kepada anak-anak migran di Sanggar Muhammadiyah Indonesia Kuala Lumpur. Langkah ini dianggap penting sebagai bentuk pelestarian identitas budaya, terutama bagi anak-anak WNI yang tinggal di luar negeri dan kelak akan kembali melanjutkan pendidikan di Tanah Air.

Tak hanya mengajar, Ama juga aktif berpartisipasi dalam sesi presentasi kelompok (group conference), di mana setiap delegasi memaparkan proyek sosial dan hasil pengabdiannya. Ini menjadi pengalaman pertama Ama berbicara di depan forum internasional sebuah momen yang memperluas wawasan dan meningkatkan rasa percaya dirinya sebagai generasi muda santri yang progresif.

“Menjadi santri bukan halangan untuk meraih prestasi internasional. Justru dari pesantren, saya belajar nilai pengabdian, disiplin, dan keberanian untuk tampil membawa perubahan,” ujar Ama dengan penuh semangat kepada temuan rakyat (31/7/2025).

Keikutsertaan Ama dalam ajang ini menjadi bukti bahwa santri tak hanya piawai dalam bidang keagamaan, namun juga mampu berkontribusi di ranah global. Dirinya berharap pencapaiannya ini dapat menjadi inspirasi bagi para santri dan pemuda lainnya untuk berani bermimpi dan beraksi nyata.

Program International Volunteers ini juga memberikan beasiswa pengembangan diri kepada peserta, sebagai dukungan dalam meningkatkan kemampuan mengajar, kepemimpinan, dan kontribusi sosial mereka.

Dengan prestasi ini, Ama telah mengangkat nama Banyuwangi ke tingkat internasional dan membuka mata publik bahwa potensi anak muda dari pesantren sangat layak diperhitungkan dalam pembangunan masa depan bangsa.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Bagikan Disalin
CLOSE ADS