TRENDING

Ibu dan Dua Anak di Pamekasan Diancam dibunuh hingga Barang Dijarah, Korban Desak Polres Pamekasan segera tangkap pelaku

3 menit membaca
Kartika Putri
Daerah - 06 Okt 2026

TEMUANRAKYAT, PAMEKASAN – Seorang ibu bernama Siti Wardatus Sholehah mengaku mengalami ancaman pembunuhan saat berada di rumah bersama dua anaknya di Dusun Salatreh, Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (5/10/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Menurut Siti, insiden bermula ketika seorang pria bernama Hasbullah atau akrab di panggil Bulla datang ke rumahnya untuk mencari keberadaan suaminya.

Saat itu, suami Siti tidak berada di rumah. Hanya Siti bersama kedua anaknya yang masing-masing berusia 8 tahun dan 3 tahun. Siti menuturkan, kedatangan Hasbullah kemudian berubah menjadi situasi yang membuat dirinya dan kedua anaknya ketakutan. Ia mengaku mendapat ancaman menggunakan celurit untuk memberitahukan keberadaan suaminya.

“Dia datang mencari suami saya. Karena suami saya tidak ada, saya yang ditanya keberadaannya. Saya diancam menggunakan celurit,” ungkap Siti kepada temuanrakyat (6/10). Menurut Siti, ancaman tersebut kemudian berlanjut dengan ancaman pembunuhan dan pembakaran rumah.

“Saya diancam mau dibunuh dan rumah mau dibakar. Saya sangat takut, apalagi saat itu saya bersama anak-anak,” ujarnya.

Situasi semakin mencekam setelah Hasbullah diduga menghubungi sejumlah orang untuk datang ke lokasi. Setelah beberapa orang tiba, Siti mengaku terjadi penyerangan dan peruskan fasilitas.

Selain dugaan pengancaman, Siti juga mengaku sejumlah kendaraan dan barang-barang miliknya diambil. Barang-barang yang berada di gudang usaha miliknya turut dibawa, sementara fasilitas usaha korban mengalami kerusakan.

Akibat kejadian tersebut, Siti mengaku masih mengalami trauma dan ketakutan. Ia khawatir terhadap keselamatan dirinya dan kedua anaknya setelah mendapat ancaman pembunuhan serta ancaman pembakaran rumah.

“Sekarang saya masih takut. Saya trauma karena diancam mau dibunuh dan rumah saya mau dibakar,” kata Siti.

Dampak kejadian juga dirasakan kedua anaknya. Menurut Siti, kedua anaknya mengalami ketakutan hingga tidak mau bersekolah.

“Anak-anak sampai sekarang masih takut dan tidak mau sekolah. Mereka trauma karena melihat ibunya diancam menggunakan celurit. Mereka juga mendengar rumah kami diancam mau dibakar,” tuturnya.

Korban Desak Polres Pamekasan Segera Bertindak

Siti kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Pamekasan pada Senin malam sekitar pukul 21.00 WIB. Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan pengancaman, perusakan, pengeroyokan, serta pengambilan kendaraan dan barang-barang miliknya.

Namun, hingga Selasa (6/10/2026), Siti mengaku belum mendapatkan tindakan yang membuat dirinya merasa aman.

“Saya sudah melapor ke Polres Pamekasan sekitar jam sembilan malam. Tapi sampai sekarang saya masih takut dan belum merasa aman,” ungkapnya.

Siti meminta Polres Pamekasan segera menindaklanjuti laporan tersebut dan menangkap pihak yang dilaporkannya sebagai terduga pelaku, apabila berdasarkan hasil penyelidikan dan alat bukti yang ada memenuhi ketentuan hukum untuk dilakukan penangkapan.

Menurutnya, langkah cepat kepolisian sangat penting karena dirinya dan kedua anaknya masih mengalami trauma dan ketakutan.

“Saya berharap polisi segera menangkap pelakunya supaya saya dan anak-anak merasa aman. Saya takut kalau mereka datang lagi,” kata Siti.

Ia juga meminta polisi mengusut seluruh rangkaian kejadian, mulai dari dugaan ancaman menggunakan celurit, ancaman pembunuhan dan pembakaran rumah, pengeroyokan, perusakan fasilitas usaha, hingga pengambilan kendaraan dan barang-barang miliknya.

“Saya hanya ingin mendapatkan keadilan dan perlindungan. Saya takut keselamatan saya dan anak anak,” pungkas Siti.

Bagikan Disalin
CLOSE ADS