TEMUANRAKYAT, JAKARTA – Gelombang protes Gerakan Aksi Koalisi Masyarakat Sipil (GERAK Masyarakat Sipil) di depan Pengadilan Negeri Jakarta Timur terus berlanjut pada Selasa (4/8). Demonstrasi yang memasuki hari kedua itu memanas ketika massa melakukan aksi pembakaran ban di depan gerbang pengadilan. Kepulan asap hitam membumbung tinggi, sementara peserta aksi terus meneriakkan tuntutan agar Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Timur dievaluasi dan dicopot dari jabatannya.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!“Aksi ini adalah simbol kekecewaan atas belum adanya respons dari pihak Pengadilan Negeri Jakarta Timur terhadap tuntutan yang telah disampaikan massa sejak sehari sebelumnya. Diamnya pimpinan pengadilan justru memperkuat desakan masyarakat agar Mahkamah Agung segera turun tangan melakukan evaluasi.” Jelas Faiz, koordintor massa aksi.
GERAK Masyarakat Sipil juga menyoroti dugaan adanya intervensi terhadap proses hukum serta dugaan praktik suap dalam penanganan perkara Roy Suryo c.s. Menurut mereka, seluruh dugaan tersebut harus ditindaklanjuti melalui mekanisme hukum yang independen, profesional, dan akuntabel agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
“Kami akan terus mengawal perkembangan perkara ini hingga terdapat langkah konkret dari Mahkamah Agung maupun pihak terkait. Kami juga berharap seluruh dugaan yang berkembang dapat diperiksa secara transparan sesuai mekanisme hukum yang berlaku, sehingga integritas lembaga peradilan tetap terjaga dan kepercayaan publik dapat dipulihkan.”Tegas Faiz.