TEMUANRAKYAT, TANGSEL – Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta kembali menghelat tradisi ziarah qubur penuh makna sebagai wujud penghormatan mendalam kepada para mantan Rektor yang telah wafat. Kegiatan spiritual ini berlangsung secara khidmat dan khusyuk pada Jumat, (28/11/2025), dihadiri langsung oleh Rektor UIN Jakarta, Prof. Dr. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D., beserta jajaran pimpinan universitas, termasuk Dekan Fakultas Ushuluddin, Prof. Ismatu Ropi, MA, Ph.D., dan para wakil rektor.
Ziarah ini bukan hanya sekadar ritual, melainkan refleksi spiritual dan akademik bagi seluruh civitas. Ini adalah bentuk pengakuan atas jasa dan kontribusi besar para tokoh pendahulu yang telah meletakkan fondasi kuat bagi perkembangan UIN Jakarta hingga menjadi salah satu kampus Islam terkemuka di Indonesia.
Kehadiran para mahasantri Ma’had Al-Jamiah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menambah kekhidmatan acara. Partisipasi mereka ditekankan sebagai bagian dari pembelajaran spiritual dan penanaman nilai-nilai tradisi pesantren kampus, mengajarkan pentingnya mengenang sejarah dan mendoakan para pendahulu (founding fathers) universitas. Para mahasantri, yang merupakan kader ulama dan pemimpin masa depan, didorong untuk meneladani integritas dan keikhlasan para Rektor terdahulu.
Acara inti ziarah dimulai dengan pembacaan tahlil dan doa bersama. Doa dipimpin oleh Kepala UPT Pusat Ma’had Al-Jamiah, KH. Dr. M. Nurul Irfan, M.Ag. Dalam munajatnya, beliau mengajak seluruh peserta untuk meneladani dedikasi para almarhum, sekaligus memohon keselamatan dan keberkahan bagi seluruh sivitas akademika UIN Jakarta.
Rektor UIN Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar, menegaskan bahwa ziarah qubur ini merupakan tradisi yang wajib dijaga. Menurutnya, momen ini menjadi waktu refleksi bagi pimpinan, dosen, dan mahasiswa mengenai amanah keilmuan dan perjuangan yang harus dilanjutkan. Tujuannya tak lain adalah memastikan api semangat dan nilai-nilai keislaman serta keilmuan yang diwariskan para Rektor terdahulu tetap menyala di kampus, ujar Asep kepada awak media.
Senada dengan Rektor, Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta menambahkan, kegiatan ini berfungsi sebagai pengingat kolektif bagi seluruh akademika untuk menjaga kekompakan dan memperkuat spiritualitas. Harapannya, semangat ini akan menjadi modal dasar untuk terus memajukan fakultas dan universitas di tengah tantangan zaman, memastikan UIN Jakarta melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga matang spiritual, tambah Ismatu Rofi Dekan FU UIN Jakarta.
Kegiatan ziarah qubur ini ditutup dengan harapan agar para pemimpin yang saat ini mengemban amanah di UIN Jakarta, dari Rektor hingga jajaran Dekan, selalu diberi kekuatan, hikmah, dan kebijaksanaan dalam menjalankan tugas, demi masa depan UIN Jakarta yang lebih unggul dan berdampak luas. Tradisi ini memperkuat karakter UIN Jakarta sebagai lembaga pendidikan tinggi yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai keislaman yang kuat.
Tidak ada komentar