Target Ambisius KEK: Indonesia Akan Miliki 31 KEK di Tahun 2026, Dukung Hilirisasi dan Investasi

2 menit membaca
Dinar Soleha
Ekonomi - 09 Des 2025

TEMUANRAKYAT, JAKARTA – Dukung Hilirisasi dan Investasi Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Todotua Pasaribu, kembali menegaskan komitmen pemerintah dalam menjadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai pilar utama strategi nasional untuk menarik dan mengembangkan investasi.

Dalam acara Indonesia SEZ Business Forum 2025 pada Selasa (9/12/2025), Todotua mengumumkan kabar gembira mengenai penambahan jumlah KEK di Indonesia.

Sementara itu, pemerintah juga menargetkan ada enam kawasan ekonomi khusus (KEK) baru pada tahun depan dengan potensi investasi yang masuk mencapai Rp300 triliun.

“Hingga kini, Indonesia telah memiliki 25 KEK yang tersebar dari Aceh hingga Papua, dan kabar baiknya, akan bertambah 6 KEK di tahun 2026, sehingga totalnya akan mencapai 31 KEK,” ungkap Todotua. Penambahan ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menyediakan platform investasi yang terintegrasi dan terspesialisasi.

Spesialisasi KEK untuk Nilai Tambah

Setiap KEK dirancang dengan spesialisasi yang unik. Menurut Todotua, ada KEK yang fokus pada industrialisasi, kesehatan, pendidikan, digital, hingga pariwisata. Strategi diferensiasi ini memungkinkan pemerintah untuk melakukan konsolidasi yang lebih efisien dalam berbagai aspek, seperti:

1. Perizinan yang lebih sederhana.

2. Strategi regulasi yang terfokus.

3. Insentif fiskal dan non-fiskal yang menarik.

Tujuan akhirnya adalah untuk mem-booster angka pertumbuhan realisasi investasi negara.

Hilirisasi: Magnet Utama Investasi

Daya tarik terbesar KEK saat ini adalah gencarnya program hilirisasi yang dilakukan di kawasan tersebut. “Ini merupakan salah satu strategi yang paling diutamakan untuk kita mendorong angka realisasi pertumbuhan investasi di negara kita,” tegas Todotua.

Kebijakan hilirisasi telah terbukti menciptakan persepsi positif iklim investasi Indonesia di mata investor global, tidak hanya meningkatkan jumlah investor, tetapi juga nilai investasi yang masuk. Pemerintah memprioritaskan 28 komoditas utama yang terbagi dalam delapan kategori, termasuk batu bara, perkebunan, pertanian, dan kehutanan.

Dengan 25 KEK yang beroperasi dan fokus pada hilirisasi di berbagai sektor seperti logam, energi, kimia, logistik, hingga manufaktur berbasis teknologi, investasi yang masuk ke kawasan ini dipastikan bisa lebih cepat menciptakan nilai tambah dan memperkuat struktur ekonomi nasional.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    CLOSE ADS