TEMUANRAKYAT, MALANG – Sebagai wilayah yang dijuluki sebagai Kota Pendidikan, suasana akademis di Malang kembali hidup berkat sebuah inisiatif besar yang berskala nasional. Gerakan pendidikan nasional GYPEM (Global Youth and Peace Education Movement) berhasil meraih perhatian di Malang dengan menyelenggarakan festival pendidikan yang terintegrasi, yaitu Malang Edu Fest 2026.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Acara puncak yang berlangsung di Kampus Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang ini dilaksanakan pada Minggu pagi, 24 Mei 2026, untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Kesuksesan acara ini dapat terwujud atas kerjasama yang harmonis antara GYPEM, ITN Malang, Ikatan Alumni (IKA) ITN Malang, serta Riset Juara.
Menariknya, momen berharga ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi biasa, tetapi juga menjadi titik bersejarah bagi peluncuran logo baru GYPEM yang sejalan dengan visi baru dan peluncuran platform website terbaru. Inovasi yang signifikan ini diperkenalkan untuk memberikan pengalaman digital yang lebih interaktif, lebih fleksibel, dan jauh dari kesan monoton bagi lebih dari 250. 000 pengguna aktif di seluruh Indonesia.
Hebatnya, meskipun pengumuman resmi acara dilakukan dengan sangat cepat, hanya dua minggu sebelum tahap penyisihan yang dimulai pada 9 Mei, GYPEM berhasil menarik perhatian dengan antusiasme yang sangat mengesankan. Ribuan peserta dari berbagai generasi, mulai dari murid SD, pelajar SMA, mahasiswa, hingga guru dan masyarakat umum dari berbagai daerah berkumpul di lokasi acara dengan semangat yang tinggi.
Inisiatif dari GYPEM ini mendapatkan pujian dan dukungan penuh dari Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M. M. Dalam mengawasi jalannya kompetisi, Wahyu mengekspresikan kebanggaannya terhadap GYPEM yang berhasil menciptakan lingkungan kompetisi yang sehat berbasis digital di Kota Malang.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih atas nama Pemerintah Kota Malang. Malang Edu Fest 2026 yang diselenggarakan untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional ini menunjukkan bahwa melalui kolaborasi dan semangat gotong royong, kita dapat menciptakan acara pendidikan yang positif, inspiratif, dan membanggakan. Acara ini seharusnya menjadi platform yang efektif untuk mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045,” ungkap Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat.
Kualitas dan kredibilitas dalam perlombaan, khususnya pada Hardiknas Olympiad Batch 4 dan Lomba Essay Naturaco Batch 2, juga dijamin secara langsung oleh Prof. Dr. Bambang Hariyanto yang menjabat sebagai Ketua Dewan Juri.
Kehadiran beliau, yang juga merupakan Kurator Ajang Talenta dan Peserta Didik Pusprenas (Pusat Prestasi Nasional), memastikan bahwa acara yang diadakan oleh GYPEM ini memenuhi standar penilaian nasional yang sangat ketat, objektif, dan dapat diandalkan.
Di sela-sela penutupan acara, Ahmad Qomaruddin, S. Pd. , M. M. selaku Pendiri GYPEM sekaligus CEO PT Digital Edu Indonesia, mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan besar yang diberikan oleh masyarakat, lembaga pendidikan, serta pemerintah daerah. Ia menambahkan pentingnya rebranding, pembaruan teknologi, dan tujuan besar GYPEM untuk merambah pasar global.
“Menyelenggarakan acara besar untuk menghormati Hari Pendidikan Nasional adalah tanggung jawab moral kami. Dapat menghimpun antusiasme sebesar ini hanya dalam waktu dua minggu sejak pengumuman poster adalah suatu keajaiban. Ini adalah bukti nyata bahwa semangat pendidikan di Indonesia sangatlah tinggi. Kami juga merasa sangat terhormat dan berterima kasih atas dukungan dari Bapak Wali Kota Malang dan kehadiran Prof. Dr. Bambang Hariyanto yang ikut memperkuat komitmen kami,” ujar Ahmad Qomaruddin.
Ia juga menyatakan bahwa peluncuran logo baru, visi baru, pembaruan situs, dan pelaksanaan acara ini merupakan langkah penting dalam proses GYPEM. Malang Edu Fest ini sebenarnya adalah rencana strategis yang dirancang untuk skala global.
“Pada hari ini, dengan lebih dari 250. 000 pengguna aktif terdaftar, platform kami
perlu terus berkembang. Kami memperkenalkan logo, visi, dan situs web baru yang lebih modern
agar lingkungan digital ini menjadi tempat belajar yang menarik, dinamis, dan tidak membosankan. Kami ingin memberitahukan bahwa seluruh rangkaian Malang Edu Fest dan penerapan sistem
digital baru ini merupakan langkah percobaan awal dalam strategi kami. Ini adalah persiapan yang matang sebelum GYPEM secara resmi tampil di panggung dunia melalui event Olimpiade Internasional yang akan kami selenggarakan dalam waktu dekat. Kami bertekad untuk memastikan infrastruktur teknologi kami cukup kuat untuk mendukung talent-talent
terbaik Indonesia bersaing di tingkat global,” ujar Ahmad Qomaruddin dengan penuh keyakinan.
Acara Malang Edu Fest 2026 resmi ditutup dengan penyerahan medali dan penghargaan kepada para pemenang. Melalui keberhasilan acara ini, GYPEM di bawah pimpinan Ahmad Qomaruddin tidak hanya berhasil menciptakan momentum Hardiknas di Kota Malang, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai pelopor gerakan kompetisi berbasis teknologi yang siap menjangkau pasar internasional.