PP Muhammadiyah Nyatakan Sikap Terkait Konflik Timur Tengah

2 menit membaca
Lydia Natali
International - 04 Mar 2026

TEMUANRAKYAT, JAKARTA – Pimpinan Pusat Muhammadiyah menerbitkan Surat Pernyataan Nomor 16/PER/I. 0/B/2026 mengenai situasi konflik di wilayah Timur Tengah.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Dalam pernyataan tersebut, Muhammadiyah mengungkapkan keprihatinan yang mendalam terhadap meningkatnya ketegangan akibat serangan militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan “Israel” terhadap Iran.

Melalui pernyataan ini, Muhammadiyah juga menyampaikan rasa belasungkawa atas meninggalnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, serta para korban lain yang terkena dampak serangan tersebut. Muhammadiyah juga mengekspresikan duka yang sama atas korban dari balasan serangan Iran di berbagai negara Arab.

Muhammadiyah mengecam keras tindakan tersebut karena dianggap sebagai pelanggaran terhadap Hak Asasi Manusia, norma hukum internasional, serta pengabaian terhadap berbagai resolusi yang telah ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dalam sikap resminya, Muhammadiyah juga meminta PBB untuk menjatuhkan sanksi yang tegas kepada Amerika Serikat dan “Israel” atas aksi yang dianggap melanggar hukum internasional tersebut. Organisasi ini percaya bahwa tindakan tegas sangat penting dilakukan untuk menjaga ketertiban dunia dan menghormati prinsip keadilan global.

Selain itu, Muhammadiyah mendorong PBB bersama Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) segera mengambil langkah-langkah konkret untuk mengakhiri kekerasan, termasuk menghentikan genosida terhadap bangsa Palestina, serta mencegah meningkatnya ketegangan antar negara di wilayah Timur Tengah.

Muhammadiyah juga mengimbau kepada Iran dan negara-negara Arab untuk bersikap menahan diri serta mengutamakan dialog agar konflik tidak meluas di kalangan anggota OKI.

Organisasi tersebut berpendapat bahwa pendekatan diplomasi dan dialog merupakan cara penting untuk menyelesaikan konflik dengan cara damai.

Lebih lanjut, Muhammadiyah mengajak semua negara, lembaga multilateral dan bilateral, tokoh agama, serta masyarakat global untuk berkontribusi aktif dalam mewujudkan perdamaian dan keadilan di seluruh dunia.

Mereka juga mengingatkan agar setiap pihak mengecam segala bentuk tindakan sewenang-wenang yang dapat menimbulkan kerusakan dan kehancuran peradaban di bumi ini.

Bagikan Disalin
CLOSE ADS