Permintaan Tenaga Kerja Turkiye Melonjak: Wamen Christina Siapkan Strategi Khusus

2 menit membaca
Lydia Natali
International, Nasional - 20 Nov 2025

TEMUANRAKYAT, JAKARTA – Permintaan tenaga kerja di Turkiye menunjukkan peningkatan signifikan, membuka peluang besar bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Menyikapi hal ini, Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI), Christina Aryani, menggelar pertemuan strategis dengan sejumlah Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) di Jakarta.

Pertemuan tersebut bertujuan untuk membahas persiapan matang dan strategi penempatan PMI, khususnya untuk sektor pariwisata Turkiye. P3MI yang hadir mewakili enam agensi di Turkiye telah mengantongi total job order terverifikasi sebanyak 10.925 orang.

Kontrak Musiman: Fokus Wamen Christina

Dalam arahannya, Wamen Christina menekankan pentingnya P3MI memastikan calon PMI memahami secara detail karakteristik kontrak kerja di Turkiye yang bersifat musiman (seasonal). Durasi kontrak ini maksimal delapan bulan, meskipun masa berlaku visa bisa mencapai satu tahun.

“Penempatan musiman ke Turkiye ini harus dipastikan berjalan tepat waktu dan sesuai ketentuan. Pekerja migran kita harus memahami betul kontrak, hak, dan kewajibannya sebelum berangkat,” tegasnya kepada awak media (20/11/2025).

Christina juga mengingatkan bahwa seluruh PMI yang telah mendapat persetujuan job order wajib tiba di Turkiye sebelum April 2026. Hal ini mengingat musim kerja di sektor pariwisata Turkiye berlangsung efektif dari April hingga November.

Indonesia Penyumbang Tenaga Kerja Asing ke-7 Terbesar

Data dari Kementerian Tenaga Kerja dan Jaminan Sosial Turkiye mengonfirmasi lonjakan permintaan ini. Indonesia tercatat sebagai negara penyumbang pekerja asing terbesar ke-7 di Turkiye. Pada tahun 2024, Turkiye menerbitkan 8.930 izin kerja baru untuk WNI, yang menunjukkan kenaikan tajam 59,26 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Ankara juga melaporkan data impresif: hingga 25 Oktober 2025, mereka telah menerima 30.870 demand letter. Dari jumlah tersebut, 16.415 telah disetujui, sementara 14.455 sisanya masih dalam tahap verifikasi dan ditargetkan rampung pada November 2025.

Permintaan tenaga kerja terbesar mayoritas berasal dari sektor pariwisata dan perhotelan, mencakup profesi seperti waiter, kitchen helper, house keeping, spa therapist, cook, hingga general hotel worker, di samping sektor agrikultur.

Jaminan Kompetensi dan Perlindungan Menyeluruh

Melihat tingginya peluang ini, Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk memastikan para PMI memiliki kompetensi yang sesuai dan mendapatkan perlindungan yang menyeluruh.

“Pemerintah ingin memastikan peluang besar ini diikuti dengan kesiapan kompetensi dan perlindungan menyeluruh bagi pekerja migran Indonesia. Setiap penempatan harus memastikan pekerja kita paham kontrak, kompetensinya tepat, dan keberangkatannya sesuai jadwal. Itu yang akan terus kita kawal bersama,” pungkas Christina Aryani.

Strategi penempatan yang terkoordinasi dan pemahaman jelas mengenai kontrak musiman menjadi kunci utama untuk memaksimalkan peluang kerja di Turkiye sembari menjamin hak-hak PMI terpenuhi.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    CLOSE ADS