TEMUANRAKYAT- Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) D. I. Yogyakarta menggelar agenda “Rembuk Gagasan” dengan Wali kota Yogyakarta yang dilaksanakan di Balai Kota Yogyakarta pada (04/92/26).
Pertemuan strategis ini menjadi istimewa karena disaksikan langsung oleh Wakil Gubernur D.I. Yogyakarta, KGPAA Paku Alam X.
Dalam kesempatan tersebut, Muh Faisal selaku Ketua PC PMII D. I. Yogyakarta menegaskan posisi organisasi sebagai mitra kritis sekaligus strategis pemerintah, terutama dalam isu-isu krusial yang menyentuh hajat hidup orang banyak.
“PMII secara tegas berkomitmen untuk mengawal isu lingkungan hidup demi mewujudkan keadilan Ekososial bagi masyarakat, khususnya Kota Yogyakarta,” tegasnya di hadapan para pimpinan daerah.
Lebih lanjut, Ketua PC PMII D.I.Yogyakarta menyampaikan kegelisahan mendalam terkait kondisi ekologi di wilayah perkotaan. Ada tiga poin utama yang menjadi sorotan tajam:
1. Kegagalan Sanitasi: PMII menilai sungai-sungai di Yogyakarta saat ini berada dalam kadar pencemaran yang mengkhawatirkan. Hal ini dianggap sebagai sinyal merah atas gagalnya sistem sanitasi komunal.
2. Lemahnya Pengawasan: Tingginya tingkat polusi air dituding akibat lemahnya pengawasan terhadap limbah rumah tangga maupun limbah usaha skala kecil.
3. Darurat Sampah: Isu pengelolaan sampah yang belum menemui titik temu permanen juga menjadi bahasan utama dalam rembuk tersebut.
“Kondisi ini menunjukkan perlunya evaluasi total terhadap sistem pengawasan limbah dan tata kelola lingkungan kita,” tambah Ketua PC PMII D. I. Yogyakarta.
Sebagai bentuk kontribusi nyata, agenda ini mencapai puncaknya pada prosesi penyerahan Policy Brief dari PC PMII D.I.Yogyakarta kepada Wali Kota Yogyakarta. Penyerahan dokumen kajian strategis ini dilakukan langsung oleh Muh Faisal dan disaksikan langsung oleh Wakil Gubernur D.I. Yogyakarta, KGPAA Paku Alam X.
Dokumen tersebut berisi rekomendasi kebijakan teknis dan taktis yang disusun PMII untuk membenahi carut-marut lingkungan di Kota Pelajar. “Kondisi ini menunjukkan perlunya evaluasi tota. Policy brief ini adalah tawaran solusi kami agar pemerintah tidak berjalan sendiri dalam membenahi tata kelola sampah ,” tambah Muh Faisal.
Menanggapi aspirasi dan dokumen kajian tersebut, Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, memberikan apresiasi tinggi terhadap profesionalitas para kader PMII. Ia menyambut baik gagasan-gagasan yang dipaparkan dan menyatakan kesiapannya untuk melakukan tindak lanjut kolaboratif.
“Kami sangat mensupport dan mendukung langkah-langkah dari PC PMII D.I.Yogyakarta. Masukan-masukan dalam policy brief ini sangat berharga bagi pemerintah kota dalam merumuskan kebijakan lingkungan yang lebih tepat sasaran,” ujar Hasto Wardoyo.
Senada dengan Wali Kota, kehadiran Wakil Gubernur KGPAA Paku Alam X dalam momentum penyerahan tersebut seolah memberikan sinyal positif bahwa sinergi antara kaum intelektual muda dan pembuat kebijakan sangat dibutuhkan untuk masa depan ekologi Yogyakarta yang lebih sehat.
Tidak ada komentar