Melalui Ravalnas 2025 BMKG Berkomitmen Lindungi Negeri Dengan Layanan Informasi yang Andal

3 menit membaca
Dinar Soleha
Nasional - 17 Des 2025

TEMUANRAKYAT, JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan dedikasinya untuk terus memberikan layanan informasi yang kredibel kepada masyarakat. Dedikasi ini tercermin dalam Rapat Evaluasi Nasional (Ravalnas) Tahun 2025 yang diadakan di Jakarta pada (16/12/2025).

Mengangkat tema “Evaluasi Anggaran dan Kinerja untuk Keberlangsungan Pelayanan Prima BMKG Berkelas Dunia Menuju Indonesia Emas 2045”, Ravalnas menjadi kesempatan untuk melakukan refleksi dan konsolidasi strategis seluruh jajaran BMKG dari pusat hingga daerah. Forum ini tidak hanya membahas data dan hasil kinerja, namun juga menegaskan posisi BMKG sebagai garda terdepan dalam penyediaan informasi kebencanaan di tanah air.

Rapat Ravalnas dibuka dengan pernyataan duka mendalam dari Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, atas bencana yang menimpa masyarakat di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Momen hening sejenak menjadi pengingat bahwa pekerjaan BMKG tak pernah terlepas dari realitas yang ada di lapangan.

“Tantangan yang kita hadapi bukan hanya bersifat teknis atau administratif, tetapi juga terkait dengan kepercayaan masyarakat terhadap informasi yang kita berikan,” kata Kepala BMKG dalam sambutannya.

Faisal juga menyampaikan penghargaan kepada semua pegawai MKG mulai dari Kepala Stasiun, Kepala Balai Besar Wilayah I hingga V, hingga Kepala Unit Organisasi di pusat, yang dianggap sebagai pilar utama keberhasilan lembaga dalam menjalankan mandat sesuai dengan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 dan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2024 tentang BMKG.

Dedikasi ini membuahkan hasil baik. Pada tahun 2025, BMKG menerima Sutami Award dari Kementerian Pekerjaan Umum dalam kategori Dukungan terhadap Penguatan Asta Cita 3 melalui Penguatan Informasi untuk Mitigasi Bencana. Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan atas peran penting BMKG dalam menyediakan informasi MKG yang mendukung penyusutan risiko bencana, terutama di sektor infrastruktur nasional.

Di balik keberhasilan tersebut, BMKG terus memperkuat dasar sistem peringatan dini nasional. Peresmian Gedung Multi Hazard Early Warning System (MHEWS) di Jakarta menjadi tonggak penting dalam sejarah mitigasi bencana di Indonesia. Dengan operasi 24 jam menggunakan teknologi isolasi dasar yang tahan gempa, gedung ini menyatukan peringatan akan tsunami, gempa bumi, cuaca, dan iklim dalam satu pusat pengendalian terintegrasi.

Inisiatif ini diperkuat oleh kehadiran Gedung Backup Sistem Peringatan Dini Multibahaya di Bali. Fasilitas cadangan nasional ini memastikan bahwa layanan peringatan dini tetap aktif dalam segala kondisi, sekaligus mempertegas posisi Indonesia dalam jaringan peringatan dini tsunami regional yang melayani lebih dari 28 negara di wilayah Samudera Hindia.

Seluruh upaya ini merupakan bagian dari Indonesia Disaster Resilience Initiatives Project (IDRIP), sebuah langkah transformasi besar dalam mitigasi bencana nasional yang berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Lebih dari sekadar infrastruktur, IDRIP merupakan wujud nyata dari komitmen negara dalam melindungi masyarakat dari risiko bencana.

Melalui Ravalnas 2025, BMKG menekankan bahwa evaluasi bukanlah penutup dari suatu proses, melainkan sebuah awal untuk meningkatkan kinerja. Dengan semangat kebersamaan, profesionalisme, dan inovasi yang berkelanjutan, BMKG terus memperkuat posisinya sebagai lembaga yang terpercaya dalam mendukung keselamatan masyarakat dan menciptakan Indonesia yang tangguh menuju Indonesia Emas 2045.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    CLOSE ADS