TRENDING

Krisis Air Bersih dan Banjir Jadi Sorotan dalam Reses Slamet Ariyadi di Sampang

2 menit membaca
Dinar Soleha
Daerah - 09 Jan 2026

TEMUANRAKYAT, SAMPANG – Masyarakat Kabupaten Sampang, Madura masih mengeluhkan krisis air bersih kronis dan ancaman banjir tahunan. Warga menyampaikan isu mendesak ini saat menghadiri agenda reses H. Slamet Ariyadi, Anggota DPR RI Fraksi PAN dari Dapil Jatim XI Madura. Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu Pagi (13/12/2025) di Pondok Pesantren Nazhatut Thullab, Sampang.

Slamet Ariyadi merespons keluhan tersebut dengan komitmen kolaboratif yang kuat. Ia menekankan pentingnya kerja sama lintas tingkat pemerintahan dalam menyelesaikan masalah ini. Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif menghadapi krisis lingkungan. Tidak hanya soal infrastruktur, Slamet secara khusus merangkul kalangan santri agar lebih peduli terhadap ekosistem.

Mengajak Santri Menjaga Kelestarian Alam

Slamet mengajak para santri menanamkan prinsip bahwa menjaga alam merupakan bagian dari ibadah. Mereka bisa mewujudkan hal ini melalui aksi nyata seperti menanam pohon. Selain itu, santri dapat mengelola limbah sampah menjadi pupuk atau produk kerajinan yang bermanfaat.

Ia menegaskan bahwa semua pihak memikul tanggung jawab untuk menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, integrasi kegiatan hijau di pesantren akan menjadi modal besar bagi keberlanjutan alam di Madura.

“Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama. Peran santri sangat penting. Kita bisa mulai dengan menanamkan nilai agama bahwa menjaga alam adalah ibadah,” kata Slamet.

Sinergi untuk Pembangunan yang Efektif

Slamet mengapresiasi keberanian warga dalam menyampaikan persoalan mereka. Ia menganggap masukan langsung masyarakat sebagai landasan utama pembangunan yang efektif. Ia telah mencatat hasil diskusi ini sebagai poin urgensi untuk diperjuangkan dalam rapat resmi di parlemen.

Pihak Pondok Pesantren Nazhatut Thullab juga menyambut positif kehadiran legislator tersebut. Pembina pesantren menyatakan bahwa kedatangan Slamet Ariyadi memberikan motivasi dan kekuatan moral bagi para santri. Ia berharap dukungan ini memicu keterlibatan santri secara lebih luas dalam aksi nyata menjaga lingkungan.

“Sinergi antara wakil rakyat, masyarakat, dan kaum santri harapannya menjadi titik balik penanganan banjir dan kekeringan di Sampang,” pungkasnya.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    CLOSE ADS