TEMUANRAKYA, SUMATRA UTARA – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus berupaya memperkuat fondasi permodalan bagi para pelaku usaha di Sumatera Utara. Langkah konkret ini nyata terlihat melalui agenda Sosialisasi dan Akad Massal Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang berlangsung di Kota Pematang Siantar dan Kabupaten Simalungun pada Senin (23/2).
Deputi Bidang Usaha Mikro, Riza Damanik, menegaskan bahwa inisiatif ini menjadi momentum penting untuk mempercepat penyaluran kredit yang lebih inklusif dan tepat sasaran. Pemerintah berkomitmen penuh membuka sumbatan informasi agar masyarakat mendapatkan pemahaman utuh mengenai prosedur akses program pembiayaan ini.
Kegiatan tersebut merangkul lebih dari 450 pengusaha UMKM lokal. Dari total peserta, sebanyak 250 orang langsung menandatangani akad, sementara 200 lainnya mengikuti edukasi melalui coaching clinic. Pendampingan ini memfokuskan bantuan bagi pelaku usaha dalam mengatasi kendala administrasi serta meningkatkan kualitas tata kelola usaha mereka.
Berbagai perbankan penyalur seperti BRI, BNI, BTN, Bank Mandiri, dan BPD Sumut turut memperkuat kolaborasi ini. Kehadiran institusi keuangan tersebut bertujuan meningkatkan literasi pembiayaan sehingga UMKM mampu memperluas jaringan pasar dan tidak hanya terpaku pada perolehan modal.
Secara nasional, penyaluran KUR pada tahun 2025 telah menyentuh angka Rp270 triliun dan menjangkau sekitar 4,5 juta debitur. Sektor produksi kini mendominasi porsi penyaluran sebesar 60,7 persen. Di level regional, Sumatera Utara menunjukkan performa luar biasa dengan total penyaluran Rp14,6 triliun kepada 245 ribu pengusaha sepanjang 2025.
Tren positif ini terus berlanjut hingga awal tahun 2026. Per 22 Februari 2026, realisasi KUR di Sumatera Utara sudah mencapai Rp1,86 triliun. Melalui semangat kolaborasi ini, pemerintah optimis UMKM di wilayah ini akan semakin tangguh sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Tidak ada komentar