Kabarbaru Foundation Gelar Pelatihan Jurnalistik untuk Mendorong Literasi Kritis Publik

2 menit membaca
Dinar Soleha
Pendidikan - 10 Des 2025

TEMUANRAKYAT, JAKARTA – Kabarbaru Foundation baru-baru ini sukses menyelenggarakan Pelatihan Jurnalistik bertajuk “Jurnalistik Masuk Kurikulum Sekolah: Membangun Literasi Kritis di Era Post-Truth” pada Minggu, (7/12/2025). Acara yang dilaksanakan di FIB School of Talents Hall Room, Malang, ini dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk pelajar, pendidik, dan pegiat literasi.

Kegiatan ini merupakan respons terhadap meningkatnya kebutuhan akan literasi media dan kemampuan verifikasi di tengah pesatnya teknologi komunikasi dan merebaknya fenomena post-truth, ketika emosi dan opini lebih dominan daripada fakta.

Misi Penguatan Analisis Informasi

Dalam sambutan pembukaan, Muhammad Rizqi Fauzi, Wakil Pimpinan Redaksi Kabarbaru.co, mengatakan, bahwa integrasi jurnalistik ke dalam kurikulum sekolah adalah langkah penting untuk mempersiapkan generasi muda dengan analisis informasi yang kuat, katanya.

“Paparan masif terhadap informasi digital membuat pelajar rentan terhadap misinformasi dan hoaks,” ibuhnya.

Oleh karena itu, pelatihan jurnalistik tidak hanya mengajarkan cara menulis, tetapi juga membekali siswa dengan kemampuan memeriksa fakta, membaca konteks, dan memahami etika penyebaran informasi. Kabarbaru Foundation berkomitmen untuk memperkuat literasi kritis melalui pelatihan praktik dan kolaborasi.

Materi dari Praktisi dan Akademisi

Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber kunci:

Wahyu Nurdiyanto (Wakil Pimpinan Redaksi Times Indonesia) membahas teknik penulisan berita, proses verifikasi, dan manajemen redaksi modern. Ia menegaskan bahwa di era digital, jurnalisme menuntut kecepatan sekaligus ketelitian data, dan akurasi adalah modal utama untuk menjaga kepercayaan publik.

“Jurnalis harus menjunjung tinggi akurasi. Kepercayaan publik merupakan modal utama sebuah media,” ujar Wahyu.

Ahmad Makki (cendekiawan, akademisi, dan aktivis NU) memaparkan literasi kritis sebagai fondasi karakter pelajar. Makki melihat pendidikan jurnalistik sebagai instrumen strategis untuk mengembangkan pemikiran rasional, keberanian berpendapat, dan tanggung jawab sosial dalam menghadapi fenomena post-truth, di mana opini sering mengalahkan fakta.

“Fenomena post-truth menunjukkan bagaimana opini dapat mengalahkan fakta. Karena itu, pendidikan jurnalistik di sekolah memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran kritis dan etika komunikasi,” ucap Makki kepada peserta.

Harapan Kabarbaru Foundation bagi Dunia Pendidikan

Melalui pelatihan ini, Kabarbaru Foundation berharap sekolah-sekolah dapat mulai mengadopsi jurnalistik, baik sebagai ekstrakurikuler maupun bagian dari kurikulum. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan menulis dan berbicara publik serta menumbuhkan budaya literasi yang sehat dan berorientasi pada kebenaran.

Kegiatan ini juga diharapkan menjadi pemicu kolaborasi berkelanjutan antara media, akademisi, dan lembaga pendidikan dalam mengembangkan program literasi yang relevan dengan tantangan digital.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    CLOSE ADS