TRENDING

Infrastruktur Rusak Akibat Banjir di Nagekeo NTT, Mentri PU Tinjau Langsung Perbaikannya

2 menit membaca
Dinar Soleha
News - 20 Sep 2025

TEMUANRAKYAT, NTT – Banjir besar yang melanda Kabupaten Nagekeo sejak 8 September 2025 lalu menimbulkan kerusakan parah pada infrastruktur sekaligus membawa duka mendalam bagi warga. Enam orang dilaporkan meninggal dunia, sementara tiga lainnya masih dalam pencarian. Selain itu, puluhan rumah, kendaraan, hingga ternak warga hanyut terbawa derasnya arus.

Kerusakan paling berat terjadi pada jaringan jembatan. Delapan jembatan mengalami rusak parah, bahkan dua di antaranya, Jembatan Teodhae 1 dan Teodhae 2 di Desa Sawu, putus total sehingga memutus akses vital warga menuju Mauponggo, ibu kota kecamatan.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo yang meninjau langsung lokasi bencana pada Jumat (19/9/2025) menegaskan komitmen pemerintah dalam menangani dampak banjir.

“Bencana ini harus ditangani secepat mungkin karena yang terdampak langsung adalah masyarakat. Untuk jembatan Teodhae 1 dan 2 akan segera dipasang jembatan bailey sebagai solusi darurat. Selain itu, akan dibangun Sabo DAM di hulu sungai agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Menteri Dody.

Sebagai langkah tanggap darurat, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT, Ditjen Bina Marga, telah mengirimkan lima ekskavator, empat dump truck, dan satu truck crane ke lokasi. Tim juga mulai memasang rambu peringatan di titik rawan serta membangun bronjong untuk menahan erosi.

Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus, menyampaikan apresiasinya atas perhatian pemerintah pusat.

“Kehadiran Bapak Menteri menjadi bukti nyata bahwa negara hadir di tengah rakyat Nagekeo yang sedang kesulitan. Kami tidak sendirian menghadapi bencana ini,” ujarnya.

Untuk mempercepat pemulihan akses, BPJN NTT bekerja sama dengan TNI Kodam Udayana membangun jembatan bailey darurat. Teodhae 1 sepanjang 30 meter dikerjakan BPJN, sementara Teodhae 2 dengan panjang serupa ditangani oleh TNI. Saat ini pekerjaan difokuskan pada pembangunan fondasi Jembatan Bailey Teodhae 1, dengan target rampung pada pekan keempat September 2025.

Upaya percepatan pemulihan infrastruktur ini merupakan bagian dari program “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” yang sejalan dengan ASTA CITA Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah berharap jalur strategis segera kembali normal sehingga aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah bisa pulih lebih cepat.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    CLOSE ADS