HMI Cabang Kota Bogor Serbu Trans7: Media Jangan Lecehkan Nilai Moral

3 menit membaca
Lydia Natali
News - 17 Okt 2025

TEMUANRAKYAT, JAKARTA – Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kota Bogor) menggelar aksi demonstrasi di depan kantor stasiun televisi Trans7, Jakarta. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap tayangan yang dinilai melecehkan nilai-nilai keagamaan dan moral masyarakat, serta melanggar etika penyiaran.

Massa aksi datang dengan membawa pesan tegas bahwa dunia penyiaran harus tetap berada dalam koridor tanggung jawab sosial dan moral, bukan sekadar mengejar sensasi dan rating.

Ketua Umum HMI Cabang Kota Bogor, Moeltazam, menyampaikan bahwa apa yang dilakukan Trans7 telah mencederai perasaan umat dan merusak kepercayaan publik terhadap media nasional.

“Media punya peran besar dalam membentuk cara pandang masyarakat. Kalau media ikut melecehkan nilai-nilai moral, maka kerusakan sosial hanya tinggal menunggu waktu,” ujarnya dalam orasi di depan kantor Trans7 Jum’at (17/10).

Menurutnya, tindakan Trans7 bukan hanya masalah teknis penyiaran, tetapi menyangkut tanggung jawab etika dan moral lembaga media. HMI menilai tayangan tersebut melanggar Kode Etik Jurnalistik Pasal 1 dan 8, yang mengharuskan media menyajikan informasi akurat, berimbang, serta tidak beritikad buruk, dan dilarang menghina atau merendahkan nilai-nilai masyarakat tertentu.

Lebih lanjut, Moeltazam menegaskan bahwa HMI tidak sedang menolak kebebasan berekspresi, namun kebebasan tersebut harus dijalankan dengan tanggung jawab sosial.

“Kebebasan pers bukan berarti bebas menghina. Kalau media kehilangan etika, bangsa ini kehilangan arah,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Koordinator Lapangan Aksi, Azmi Mustopa, menjelaskan bahwa aksi ini dilakukan secara damai dan tertib, dengan tujuan menuntut pertanggungjawaban moral dan profesional dari pihak Trans7.

“Kami datang dengan niat baik. Kami hanya ingin pihak Trans7 sadar bahwa ada batas dalam berkarya di ruang publik,” ujarnya singkat.

Azmi menambahkan bahwa HMI akan terus mengawal persoalan ini hingga ada tindak lanjut nyata dari lembaga pengawas seperti Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Dewan Pers.

“Kalau tidak ada langkah tegas, ini bisa jadi preseden buruk bagi media lain,” tegasnya.

Dalam pernyataan sikap resmi, HMI Cabang Kota Bogor menyampaikan AstaPrahara 8 tuntutan utama:

1. Mengutuk keras tindakan Trans7 yang telah menyebarluaskan konten yang merendahkan dan menghina Lembaga Pendidikan Islam (pesantren).
2. Menuntut pimpinan Trans7 untuk menindak tegas seluruh tim kreatif yang terlibat dalam produksi dan penayangan program Xpose Uncensored.
3. Meminta klarifikasi dan permintaan maaf terbuka dari pimpinan tertinggi TransCorp, Bapak Chairul Tanjung, yang disiarkan secara resmi melalui prime time Trans7.
4. Mendesak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk menghentikan secara total program Xpose Uncensored dan memberikan sanksi tegas sesuai regulasi yang berlaku.
5. Mendesak Dewan Pers untuk melakukan audit menyeluruh terhadap praktik jurnalistik di Trans7 guna mencegah pelanggaran serupa di masa mendatang.
6. Menuntut Trans7 menayangkan program edukatif khusus untuk mengklarifikasi dan memberikan informasi yang benar mengenai pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam di Indonesia.
7. Mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas aktor intelektual di balik tayangan tersebut yang telah memicu kegaduhan nasional.
8. Mendorong Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI) untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap lembaga penyiaran di Indonesia, khususnya dalam hal kepatuhan terhadap nilai keagamaan dan kebudayaan bangsa.

Aksi ini berlangsung selama hampir tiga jam dengan pengamanan ketat dari aparat kepolisian. Para kader HMI menyampaikan aspirasi mereka secara tertib, diiringi dengan orasi-orasi yang menyoroti pentingnya etika media di tengah maraknya konten hiburan yang mengabaikan nilai sosial dan keagamaan.

Menutup orasinya, Moeltazam menegaskan bahwa HMI akan terus berdiri di garis depan membela nilai-nilai kebenaran dan moralitas publik.

“Kalau media tidak lagi tahu batas, maka mahasiswa Islam yang akan menjadi pengingat. Kami tidak butuh rating, kami butuh keadilan moral,” pungkasnya.

Aksi HMI Cabang Kota Bogor di depan kantor Trans7 ini menjadi peringatan keras bagi seluruh lembaga penyiaran agar tetap berpegang pada prinsip tanggung jawab sosial, menghormati nilai budaya dan agama, serta menjaga marwah media sebagai pilar keempat demokrasi, bukan alat untuk mempermainkan moral publik.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    CLOSE ADS