TEMUANRAKYAT, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jatim, meningkatkan sinergi untuk memastikan kelancaran libur panjang Lebaran 2025 di wilayah tersebut.
Dalam rapat koordinasi, Sabtu, Khofifah menekankan pentingnya tinjauan menyeluruh terhadap berbagai aspek krusial. Mulai dari kesiapan logistik, prakiraan cuaca, hingga fasilitas kesehatan dan keselamatan bagi pemudik.
“Kali ini kami mengambil liburan panjang. Semua pemangku kepentingan dalam kerja sama, koordinasi dan komunikasi harus berjalan dengan baik,” tegas Khofifah.
Kesiapan Aparat dan Fasilitas Kesehatan
Untuk menjamin keamanan, Polda Jatim akan melaksanakan Operasi Ketupat Semeru 2025 yang berlangsung dari 23 Maret hingga 8 April. Operasi ini akan melibatkan total 15.231 personel gabungan.
Sebanyak 149 pos keamanan, 41 pos layanan, dan 13 area konsolidasi telah disiapkan di titik-titik strategis.
Di sektor kesehatan, Khofifah memberikan instruksi tegas untuk memperkuat fasilitas medis. “Puskesmas harus tetap buka 24 jam sehari untuk memastikan pertolongan pertama bagi para korban kecelakaan,” ujarnya.
Antisipasi Logistik, Cuaca, dan Jadwal Pelabuhan
Ketersediaan logistik juga menjadi fokus utama. Patraniaga Jatim telah mengonfirmasi bahwa stok BBM dan LPG dipastikan aman.
Gubernur juga mengingatkan masyarakat terkait jadwal operasional Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk yang akan ditutup pada 28 Maret hingga 30 Maret.
Selain itu, kewaspadaan terhadap c
uaca ekstrem turut ditekankan, terutama di daerah rawan curah hujan tinggi seperti Pacitan, Ngawi, Mojokerto, dan Banyuwangi.
Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin, menambahkan pentingnya sosialisasi jadwal pelabuhan. “Informasi penutupan pelabuhan harus ditransmisikan dengan jelas untuk mencegah masyarakat terjebak dalam antrean panjang,” kata Pangdam.
Dengan sinergi ini, seluruh rangkaian libur Lebaran di Jatim diharapkan berjalan aman, lancar, dan kondusif.
Tidak ada komentar