TEMUANRAKYAT, MAGELANG – Alfiathul Firdha Mahasiswi Universitas Terbuka Jakarta kembali mencatatkan namanya di kancah nasional. Pada malam puncak ajang bergengsi Perempuan Indonesia Creative Award (PICA) 2026 yang mengusung tema Women Who Inspire, ia sukses menorehkan prestasi gemilang dengan menempati posisi 3 Besar untuk kategori Perempuan Mandiri dan Berdaya.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Acara puncak penghargaan yang mengapresiasi perempuan-perempuan penggerak perubahan ini telah sukses diselenggarakan pada (1/11/2026) bertempat di hotel Atria Magelang, Jawa Tengah.
Acara berskala nasional ini diselenggarakan secara apik oleh Komunitas Perempuan Indonesia Kreatif dengan dukungan penuh dari DG Organizer. Ajang ini secara khusus didedikasikan untuk menyoroti figur-figur perempuan yang berdampak, menginspirasi, dan menjadi penggerak advokasi sosial yang nyata di berbagai lapisan masyarakat.
Melalui proses penjurian dan nominasi yang ketat, dewan juri menetapkan 60 nominator terpilih dari sekitar 500 pendaftar yang tersebar di seluruh Indonesia. Para nominator ini bersaing dalam berbagai kategori prestisius, seperti Perempuan Peduli Sesama & Lingkungan, Perempuan Muda Inspiratif, hingga kategori Perempuan Mandiri dan Berdaya.

Rangkaian acara Perempuan Indonesia Creative Award 2026 dirancang lebih dari sekadar malam penganugerahan. Sejak pagi hingga malam puncak apresiasi, para peserta disuguhkan dengan berbagai aktivitas pemberdayaan. Sorotan utama dari rangkaian acara ini meliputi sesi inspiratif, ruang berbagi pengalaman antarsesama perempuan tangguh, kelas kecantikan (make-up class) bersama MUA profesional, hingga sesi networking yang hangat.
Panggung apresiasi ini juga diperkuat oleh kolaborasi lintas sektor yang melibatkan apresiasi khusus, seperti penganugerahan pilihan cerita favorit dari mitra ternama seperti Canva Indonesia.
Keberhasilan Alfiathul Firdha menembus posisi 3 Besar di kategori Perempuan Mandiri & Berdaya merupakan buah dari dedikasinya selama ini. Kategori ini memiliki kriteria yang kompleks, di mana sang tokoh tidak hanya dituntut sukses membangun kemandirian bagi dirinya sendiri, melainkan juga harus mampu menjadi lokomotif perubahan yang mengangkat derajat perempuan lain di sekitarnya.
Dalam keterangannya usai menerima penghargaan di Atria Magelang, Firdha mengungkapkan rasa syukur yang mendalam dan mendedikasikan piala tersebut untuk seluruh perempuan Indonesia.
“Pencapaian ini bukanlah panggung untuk saya seorang diri, melainkan bentuk pengakuan nyata atas suara, peluh, dan perjuangan setiap perempuan Indonesia yang tak kenal lelah berjuang di luar sana,” ungkap Firdha (3/11/2026).
Ia menyadari bahwa apresiasi di tingkat nasional ini membawa tanggung jawab moral yang lebih besar untuk terus mengawal isu-isu kesetaraan dan pemberdayaan.
“Menjadi 3 Besar di ajang Women Who Inspire ini adalah sebuah amanah besar. Ini adalah pengingat bahwa kerja-kerja sosial dan advokasi kita di akar rumput sama sekali belum selesai,” tegasnya.
Untuk itu, ia mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat solidaritas demi menciptakan ekosistem yang inklusif.
“Kita harus terus bergandengan tangan untuk memastikan tidak ada lagi perempuan yang merasa sendirian dalam memperjuangkan hak dan masa depannya,” imbuh mahasiswi UT Jakarta.
Ke depan, Alfiathul Firdha berkomitmen untuk menjadikan momentum ini sebagai batu loncatan dalam memperluas jangkauan program advokasinya. Kesuksesannya di Magelang diharapkan dapat menjadi pemantik semangat bagi generasi muda perempuan lainnya untuk terus berkarya.
Melalui ajang ini, masyarakat kembali disadarkan bahwa kontribusi sosial yang tulus akan selalu membawa gelombang perubahan positif, membuktikan bahwa perempuan adalah pilar utama peradaban bangsa.