TEMUANRAKYAT, JAKARTA – Dari pulau kecil di ujung timur Madura, semangat besar lahir dari sosok muda bernama Jihan Ariqatur Rafiah. Santri asal Pulau Kangean ini membuktikan bahwa keterbatasan geografis bukanlah penghalang untuk meraih prestasi di tingkat nasional. Terbaru, Jihan berhasil menorehkan prestasi membanggakan sebagai Top 5 Finalis Nasional Duta Santri 2025 Bidang Sains dan Teknologi.
Perjalanan inspiratif Jihan bermula dari masa kecilnya di Pulau Kangean, sebuah daerah terpencil yang jauh dari pusat kota. Sejak dini, ia telah terbiasa hidup sederhana namun penuh semangat belajar. Nilai-nilai keuletan dan ketulusan itu ia bawa ketika menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Al Fithroh Wahid Hasyim Yogyakarta tempat yang membentuknya menjadi santri berjiwa pengabdi, mandiri, dan haus ilmu.
Kini, Jihan tengah menempuh studi di Faculty of Education, Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), sebuah kampus internasional yang mempertemukannya dengan dunia akademik global. Di sana, wawasannya semakin terbuka tentang bagaimana peran santri bisa berkontribusi pada pembangunan bangsa di era digital.
Langkah Jihan menuju panggung nasional dimulai pada Juni 2025, ketika ia memberanikan diri mendaftar sebagai peserta Duta Santri Nasional 2025. Dari 5.995 peserta dari seluruh Indonesia, Jihan berhasil lolos seleksi administrasi, wawancara, dan bootcamp daring. Ia kemudian menjadi satu dari 30 finalis nasional yang mengikuti karantina di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, pada 19–25 Oktober 2025. Di ajang tersebut, ia sukses menembus lima besar nasional pada kategori sains dan teknologi.
“Saya datang dari pulau kecil bernama Kangean. Dari tempat yang jauh, saya belajar dekat dengan harapan. Terima kasih kepada Pondok Pesantren Al Fithroh Yogyakarta yang telah menjadi rumah bagi langkah saya. Menjadi santri membuat saya percaya, sekecil apa pun asal kita, cahaya ilmu akan selalu menemukan jalannya,” ungkap Jihan kepada temuan rakyat (27/10).
Bagi Jihan, pencapaian ini bukan sekadar prestasi pribadi, tetapi amanah besar bagi para santri di seluruh Indonesia. Ia ingin membuktikan bahwa santri dari pelosok daerah pun mampu bersaing di bidang sains dan teknologi, membawa pesan bahwa pesantren adalah tempat lahirnya pemikir dan pelaku perubahan.
Prestasi Jihan menjadi bukti nyata bahwa semangat santri tak mengenal batas. Dari Pulau Kangean hingga panggung nasional, langkah kecilnya menyalakan harapan besar untuk Indonesia yang berilmu dan berakhlak.
Tidak ada komentar