TEMUANRAKYAT, JAKARTA – Prof Haedar Nashir Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah sampaikan Orasi Ilmiah dalam rangka Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah 2026 dan penyerahan Kartu Wartawan Utama Khusus untuk Ketum PP MUhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) pada Kamis (13/8/2026).
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Kartu Wartawan Utama Khusus yang dikeluarkan oleh Dewan Pers untuk Haedar Nashir disetujui pada Maret 2026. Ini merupakan pengakuan dari kiprah panjang Haedar Nashir sebagai insan pers sejak mahasiswa kisaran tahun 1982 sampai sekarang masih produktif menulis.
Atas itu, Haedar menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang diberikan Dewan Pers setelah perjalanan 42 tahun dirinya di dunia jurnalistik. Bahkan Kartu Wartawan ini merupakan salah satu yang dicita-citakannya sejak lama.
“Secara persisnya, ada yang mungkin lebih awal lagi atau lebih lanjut. Saya benar-benar menjadi wartawan di Suara Muhammadiyah, media tertua di Indonesia yang berdiri pada 1915,” ujar Haedar.
Kegiatan ini diinisiasi Majelis Pustaka Informasi (MPI) PP Muhammadiyah dan Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (UKW) UMJ. Rektor UMJ, Ma’mun Murod berharap agenda ini jadi momentum penjaga sadar pers sebagai pilar keempat demokrasi.
Sedangkan bagi Muhammadiyah, Ketua MPI PP Muhammadiyah, Muchlas MT menjelaskan, pers sejak awal masa berdiri Muhammadiyah memegang peran penting yang ditandai dengan lahirnya Suara Muhammadiyah (SM) tahun 1915.
“Sejarah tersebut menunjukkan bahwa pers dan literasi bukan sekadar instrumen komunikasi Muhammadiyah, tetapi merupakan bagian dari tradisi intelektual dan gerakan pencerdasan dakwah menyertai perjalanan Muhammadiyah sejak awal berdirinya,” katanya.
Dari sisi ini, Muhammadiyah dapat dilihat tak hanya sebagai gerakan amal kebajikan, tapi juga sebagai gerakan intelektual. Maka menurut Muchlas, literasi telah menjadi bagian dari DNA gerakan Muhammadiyah.
Oleh karena itu, tradisi intelektual yang dikanalisasi lewat pers menjadi salah satu kunci Muhammadiyah tetap berkembang dan berjalan sesuai kemajuan zaman, menyampaikan gagasan pembaharuan, sekaligus menggemakan Islam dengan kata lain adalah gerakan kehidupan.
Berangkat dari kesadaran sejarah, sekaligus peran pers yang tanpa putus di Muhammadiyah. PP Muhammadiyah menetapkan 13 Agustus sebagai Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah.
Apresiasi juga disampaikan Ketua Dewan Pers Nasional, Komarudin Hidayat. Di tengah situasi banjir informasi, dibutuhkan insan pers yang memiliki dedikasi, tanggung jawab, serius, punya reputasi bagus, dan memiliki kualitas.
“Berita hari ini banyak yang hoaks dan palsu. Banyak sekali disinformasi. Padahal masyarakat itu kebutuhan pada informasi itu layaknya kebutuhan pada udara dan minum. Setiap saat kita butuh udara bernapas, setiap sehari kita butuh minum, dan setiap saat kita butuh informasi,” katanya.
Hematnya, keterlibatan dan kehadiran pilar-pilar seperti Muhammadiyah dan kelompok-kelompok lainnya perlu diapresiasi. Sebab, informasi dan berita yang disampaikan kepada masyarakat harus melalui proses verifikasi agar dapat memberikan pencerahan dan pemahaman yang benar.