Gubernur Jawa Timur Dukung Penuh Usulan KEK Tembakau Madura

3 menit membaca
Dinar Soleha
Daerah - 09 Mar 2026

TEMUANRAKYAT, PAMEKASAN – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyatakan keseriusannya untuk mengawal usulan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau Madura ke tingkat pusat. Gubernur Jawa Timur menegaskan bakal mengawal seluruh proses administratif hingga kebijakan tersebut benar-benar terealisasi.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Kepastian ini muncul setelah Gubernur menerima dokumen Surat Bersama Bupati se-Madura serta Naskah Akademik KEK Tembakau Madura. Penyerahan berkas strategis ini dilakukan di sela-sela agenda Haul Pondok Pesantren Banyuanyar, Pamekasan, pada Minggu (8/3).

​Gubernur memastikan bahwa Pemprov Jatim akan mengambil posisi terdepan dalam mengakselerasi kemajuan ekonomi di Pulau Garam melalui mekanisme KEK tersebut.

​“Saya paham kenapa ada keinginan KEK di Madura dan kita siap menjadi pengusul dan akan memperjuangkan ini sampai tuntas. Madura memiliki potensi yang sangat besar dan perlu didorong melalui kebijakan yang mampu mengakselerasi pembangunan kawasan,” ujarnya.

​Beliau menambahkan bahwa inisiatif ini merupakan perwujudan dari visi pembangunan yang merata di seluruh wilayah Jawa Timur.

​“Ini juga bagian dari upaya kita memastikan pembangunan berjalan adil dan merata. Seperti yang sering disampaikan Pak Wagub Emil, ‘no one left behind’. Tidak boleh ada wilayah yang tertinggal dari proses pembangunan,” katanya.

​Sebagai bentuk gerak cepat, Gubernur langsung menginstruksikan Wakil Gubernur Jawa Timur untuk memimpin pendalaman kajian teknis. Hal ini dilakukan guna memastikan syarat teknokratis dan regulasi dari pemerintah pusat dapat terpenuhi dengan sempurna.

​“Saya meminta Pak Wagub untuk melakukan kajian lebih lanjut dan menyiapkan semua yang diperlukan agar proses pengusulan KEK Tembakau Madura dapat berjalan dengan baik dan sesuai ketentuan,” tambahnya.

​Bagi sang Gubernur, kehadiran KEK di Madura bukan sekadar soal angka investasi, melainkan sebuah benteng perlindungan bagi struktur ekonomi lokal agar lebih mandiri dan kompetitif.

​“KEK ini penting sebagai bagian dari proteksi dan transformasi wilayah, agar potensi ekonomi Madura 

terutama pada sektor tembakau dan industri turunannya dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat,” jelasnya kepada awak media.

​Senada dengan hal tersebut, Wakil Gubernur Jawa Timur menyatakan kesiapannya menjalankan mandat untuk mematangkan persiapan pengusulan ini. Ia optimistis karena usulan ini lahir dari aspirasi kolektif para kepala daerah di Madura.

​“Kami akan menindaklanjuti arahan Ibu Gubernur dengan melakukan kajian lebih lanjut agar seluruh aspek yang dibutuhkan dalam pengusulan KEK dapat disiapkan secara matang,” ujarnya.

​Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menciptakan ekosistem industri yang mampu memproteksi hak-hak petani tembakau.

“Konsep KEK ini tidak hanya bicara tentang investasi, tetapi juga bagaimana kita membangun ekosistem ekonomi yang lebih kuat dan memberikan perlindungan terhadap ekonomi masyarakat, khususnya petani dan pelaku usaha lokal,” tandasnya.

​Dukungan juga mengalir dari unsur keamanan. Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin yang turut hadir, menyoroti pentingnya stabilitas wilayah dalam mendukung proyek strategis nasional.

“Pembangunan ekonomi daerah membutuhkan stabilitas dan kolaborasi semua pihak. Jika seluruh unsur pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha bergerak bersama, maka program-program strategis seperti pengembangan kawasan ekonomi khusus akan lebih mudah diwujudkan,” katanya.

​Sementara itu, Subairi Muzakki selaku Ketua Tim Penyusunan Naskah Akademik dari Komunitas Muda Madura (KAMURA), menyebutkan bahwa dokumen ini adalah representasi harapan masyarakat Madura agar tidak lagi sekadar menjadi penonton dalam industri tembakau.

​“Selama puluhan tahun Madura menjadi salah satu sentra utama produksi tembakau nasional. Namun nilai tambah industrinya banyak dinikmati di luar Madura. Melalui KEK Tembakau Madura, kita ingin membangun ekosistem industri yang lebih terintegrasi sehingga petani, pelaku usaha lokal, dan masyarakat Madura memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar,” ujarnya.

​Ia menutup dengan rasa syukur atas lampu hijau yang diberikan oleh pihak provinsi terhadap perjuangan masyarakat Madura.

​“Alhamdulillah, respon Ibu Gubernur, Pak Wakil Gubernur, dan seluruh pihak yang hadir sangat positif. Ini menjadi energi besar bagi masyarakat Madura untuk terus memperjuangkan lahirnya KEK Tembakau Madura sebagai jalan percepatan pembangunan kawasan,” pungkasnya.

Bagikan Disalin
CLOSE ADS